HIM Damsyik

Jum'at, 28 September 2007 - 10:28 wib

Bergelar Datuk Dansa & Datuk Maringgih

- Okezone

damsyik.jpgMasih ingat film drama yang diangkat dari kisah warga Sumatera Barat "Siti Nurbaya"?. Novel karangan Marah Rusli ini digarap apik sutradara Irwinsyah dan disiarkan TVRI era 1980-an.

Jika Anda ingat, pasti tidak lupa dengan sosok Datuk Maringgih yang menjadi tokoh antagonis film ini. Berlakon saudagar kaya dan sombong, lelaki bertubuh kurus ini memaksa menikahi Siti Nurbaya.

HIM Damsyik, pria kelahiran Teluk Betung, Lampung, 14 Maret 1929 ini secara profesional memerankan tokoh itu. Tidak salah, kalau masih banyak orang memanggilnya dengan sebutan "Datuk Maringgih".

Namun siapa menyangka lakon yang diperani saat itu hanyalah coba-coba. Bahkan, sebenarnya dia sempat menolak memerankan Datuk Maringgih. Menurutnya, jika salah memerankan tokoh ini, maka seluruh kru produksi sinetron itu bisa diprotes oleh pemirsa.

"Ternyata saya bisa memerankan tokoh itu dengan cukup baik," kata Damsyik beberapa waktu lalu.

Pria dengan tinggi 180 dan berat 55 ini mengaku, dirinya lebih mencintai dunia dansa sejak kecil. Dia pun selalu senang berdansa di setiap acara-acara yang digelar saat itu.

"Saat menari itu banyak orang-orang yang bilang kepada saya berbakat," kenang lelaki 78 tahun ini.

Sekira tahun 1950-an, lanjut Damsyik, dirinya hijrah ke Jakarta untuk meneruskan pendidikan perguruan tinggi.

"Tahun itu masih banyak orang Belanda. Jadi, budaya berdansa masih banyak di masyarakat. Bahkan, setiap malam Minggu mahasiswa berkumpul dan berdansa. Di sanalah bakat dansa saya terasah," kata Damsyik yang aktif dalam Ikatan Mahasiswa Jakarta (Imada) semasa kuliah.

Damsyik lebih percaya diri ketika memenangi lomba dansa tingkat dunia di kejuaraan Jakarta Open Dance Sport 2003 di The Grand Ballroom Hotel Mulia, Jakarta, 28 Maret 2003. Tidak tanggung-tanggung, dia menyabet juara I dalam lomba dansa ballroom itu.

"Saya terkejut, sekaligus senang. Sejak itu saya memutuskan untuk menekuni dansa dan pindah menjadi profesional," ujarnya.

Kemenangan ini membuatnya menjadi yakin atas kemampuannya, sehingga Damsyik bertekad memperdalam ilmu dansanya ke Belanda. Di Negeri kincir angin ini, Damsyik menghabisakan waktu selama empat tahun di Rellum Dancing School. Mulai sejak itu dia bergelar "Datuk Dansa".

Setelah mendapatkan sertifikat international, Damsyik semakin percaya diri dan membuka kelas dansa di bilangan Cinere. Setiap hari ayah dari lima anak ini menghabisakan waktu untuk mengajar.

Mulai dari mengajar di kelas-kelas dansa yang tersebar di Jakarta. Ada juga yang minta kursus privat, atau menjadi juri lomba dansa yang marak diselenggarakan. Damsyik sendiri memimpin sekolah dansa di bilangan Cinere, Damsyik School of Dance.


Madu & Vitamin Menu Sehari-hari

Kesehatan merupakan modal utama HIM Damsyik untuk mencapai kesuksesan. Oleh karenanya, dia selalu menjaga asupan makanan dengan yang bergizi. Mulai dari susu, sereal, roti berlapis keju, ditambah buah-buahan dan air putih.

"Sesendok madu dan vitamin penambah darah tidak lupa saya minum untuk mejaga stamina," paparnya.

Anehnya, berbagai makanan berupa sayur-sayuran tidak disukai Damsyik. Sebagai gantinya, ia memperbanyak konsumsi buah-buahan segar dan sebotol air mineral. "Isteri saya selalu membekali setiap saya akan berangkat syuting," tandasnya. (kem/diolah dari berbagai sumber)

()
300

Tokoh Sebelumnya